Jumat, 30 Desember 2011

Ketika Kita Selalu Melihat Ke Atas, Mungkin Kita Tidak Akan Tahu Apa Yang Ada DI bawah

SAYA ADALAH ORANG YANG BERUNTUNG !

Ketika saya putar ingatan, saat saya duduk di bangku SD. Di benak saya ada keinginan untuk Selalu belajar sampai akhir hayat. ketika itu saya bertanya ke orang tua saya.
"mah pah, tar saya kuliah yah ?" saya bertanya dengan wakjah lugu
mereka hanya tersenyum manis, gatau apa yang ada dipikiran mereka.
mungkin orang tua saya berpikir. Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan kalau memang saya kuliah, atau jangan-jangan mereka bahagia karena saya punya mimpi karena saya punya cita-cita. Masa-masa sulit perekonomian keluarga saya terjadi saat saya SD. saya ingat sekali ketika itu ayah saya hanya seorang wiraswasta kadang kerja dan kadang menganggur, sedangkan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga. Tapi saya sangat bersyukur, karena apa ?
masih ada yang lebih tidak beruntung dari saya. saya masih bisa makan, saya masih punya rumah dan saya masih mengenyam pendidikan yang layak. Masih banyak di luar sana anak-anak seusia saya yang sudah bekerja membantu orang tuanya, dan makan pun mungkin mereka harus bekerja dulu seharian harus melawan teriknya matahri, rasa pegal capek dan letih. sedangkan saya ?
saya hanya duduk manis di sekolah, mendengarkan guru mengajar. pulang sekolah saya mungkin main dan sekolah lagi. Makan tinggal minta, uang saku tinggal minta. orang tua saya selalu mengajarkan, bahwa hidup kita keluarga saya masih beruntung ! sangat beruntung ! saya selalu di ajarkan untuk selalu bersyukur.

Dan mungkin Allah menuntun keinginan saya untuk kuliah, untuk mencari ilmu. Sesuatu yang sangat saya syukuri ketika duduk di bangku SMP adalah ibu saya diterima menjadi Guru PNS. wow luar biasa. saya menjadi orang termunafik  kalau tidak mau bersyukur.
kata raditya sih "lu mau jadi homo apa bajingan ?"
mungkin saat itu saya cuma punya dua pilihan. "Lu mau bersyukur apa menjadi manusia hina ?"
well semua berubah saat itu.

Selesai SMP saya melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Saya mengenyam pendidikan di SMAN 1 Sindang, SMA itu adalah SMA favorit di kota saya. dengan derap langkah yang pasti saya menjadi murid disana. Awalnya sih ga nyangka yah, apa lagi setelah saya berhasil masuk ke kelas SBI. dari sembilan kelas, kelas SBI hanya ada tiga kelas. Melihat teman-teman di kelas saya agak minder. tanya kenapa ? secara  banyak anak pejabat teras Indramayu di situ.
"SIAL bakalan absurd saya di kelas ini !"
prasaan awal seperti itu, tapi nyatanya berbalik 170 derajat (jangan tanya kenapa).
seolah menjadi sebuah relasi, tiga kelas itu udah kaya keluarga. sampai-sampai muncul nama D'bullier.

Klimaks mimpi dan cita saya terjadi saat kelas XII. terjadi perdebatan yang sakral antar saya dan mamah. mamah ingin saya jadi guru dan saya ingin menjadi teknisi. liat tampang juga sih. tar murid saya pada kabur atau mungkin pingsan di kelas.
dan akhirnya UPI menjadi pelabuhan untuk menuntut ilmu, fisika adalah jurusan yang saya pilih.

eniwei sekarang saya udah jadi mahsiswa pendidikan Fisika UPI :)

"Allah bersama kita semua, jangan takut unuk bercita dan bermimpi. mari kita kejar impian dan trus belajar hingga akhir senja ."


#ditulis di kosan dengan kegalauan maksismum, karena minggu tenang tidak pulang









luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com