Rapat Kerja BEM REMA UPI 2013 !



Sayup-sayup pekikan semangat “Hidup Mahasiswa” terdengar menggema di ruangan itu. Sebuah pertemuan yang akan menjadi titik awal perjuangan ini, Bem REMA UPI 2013. Pidato Presiden Rema UPI membakar semangat kami, harapan akan perubahan akan terjadi dari hal yang kecil. Langkah ini akan menjadi awal perubahan, jiwa raga ini sekarang bukan sepenuhnya milik kami. Tapi milik warga UPI, milik rakyat ! 240 juta rakyat Indonesia akan menunggu ide dan pemikiran kita semua.

Taukah kalian semua berapa jumlah orang miskin di Indonesia ?

Menurut PBB orang miskin adalah orang yang berpenghasilan 2$/hari , dan taukah kalian ada barapa jumlah orang miskin di Indonesia menurut versi data PBB ? ada 110 juta rakyat Indonesia yang berpenghasilan kurang dari 2$/hari, 2$ sekitar Rp 19.000. Sungguh mengenaskan sekali di negeri yang kaya raya ini hampir separuh rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Dan tau kah kalian berapa jumlah mahasiswa yang ada di Indonesia ini ? Jumlah di Indonesia  hanya 4,8 juta dari 240 juta rakyat Indonesia. Apakah kita hanya diam berdiri melihat bangsa kita dalam kesusahan ? Apakah kita hanya bisa mengeluh melihat keadaaan rakyat kita ?

“Menurut Mendikbud, di tahun 2045 Indonesia akan mencapai Indonesia emas, di tahun inilah akan menjadi titik balik kebangkitan bangsa Indonesia. Sejauh manakah peran kita untuk mewujudkan visi Indonesia Emas di Tahun 2045 ? Mari kita manfaatkan peran kita masing-masing di Bem Rema ini untuk menjadi salah satu inisiator dalam mewujudkan Indonesia emas walaupun hanya dalam waktu 7 bulan.” Seru kang dudi (Presiden Rema UPI) dalam pidato pembukaannya. Sejatinya perjuangan ini tidak akan ada “artinya” apa-apa, perjuangan yang akan kita hadapi ini hanyalah simpul kecil dari sebuah kain yang akan terbentang di tahun 2045 nanti. Kami hanya sedang berusaha menyalakan lilin-lilin kecil untuk menerangi kegelap gulitaan yang sedang menggelayuti rakyat kita. “Bukankah lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk di dalam kegelapan ?” - pepatah

Pemaparan-pemaparan program dari tiap kementrian semuanya keren penuh dengan optimisme yang tinggi. Isu-isu aktual yang akan dihadapi mahasiswa khususnya dan isu-isu rakyat pada umumnya dimunculkan dari beberapa kementrian. Ada beberapa isu yang akan menjadi sorotan, di antaranya adalah UKT (uang kuliah tunggal), Asrama UPI, Parkir UPI, Advokasi mahasiswa, isu kenaikan harga BBM, 100 hari pemerintahan Aher-Deddy, 9 tahun pemerintahan SBY, pemilihan Walikota Bandung, pemilihan legislatif 2014. Tahun 2013 adalah tahun politik, sudah sewajarnya mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control untuk selalau mengwal kebijakan dari para penguasa kebijakan, dan sudah sepatutnya kita semua mengawal para calon pemimpin kita ! kita tidak ingin para calon pemimpin kita nanti dipimpin oleh orang-orang yang salah, kita harus mengkritisi track record para calon pemimpin kita , baik calon legislatif, walikota, maupun presiden di tahun 2014. Dan isu yang terhangat adalah korupsi bansos di kota bandung ! mari awasi ! mari kritisi !

Presiden Rema sendiri berpesan bahwa Rema UPI bukanlah sebuah Event Organizer ! kita adalah BEM REMA UPI !

Bem REMA UPI bukan lah event organizer yang kerjaannya membuat acara-acara kampus dan mencari dana untuk acara-acara tersebut. “Kita adalah mahasiswa, di Bem Rema UPI inilah tempat kita untuk belajar menjadi seorang pemimpin, menciptakan ketokohan-ketokohan tingkat nasional” ucap kang dudi. Iya, sudah saatnya Bem Rema UPI bergerak lebih nyata, para mahasiswa harus bisa mengisi dan menjadi pemateri di bidangnya masing-masing. Yang kuliah di FPMIPA bisa menjadi pemateri seputar IPA di kampus, di masyarakat, disandingkan dengan para dosen dan lain-lain, mahasiswa FPBE menjadi tokoh di bidang ekonomi, mahasiswa FIP menjadi tokoh di bidang pendidikan, dan mahasiswa lainnya. Kita harus bisa menjadi pakar di bidang ilmu kita masing-masing, sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa kita kritisi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, menjadi pembicara di seminar tingkat kampus dan nasional. Di Bem Rema inilah tempat untuk membuat tokoh-tokoh tersebut. Kita tidak boleh melewatkan momentum untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah dan isu-isu yang akan dihadapi rakyat, jangan sampai ketika kita sibuk membuat acara-acara kampus tapi kita melewatkan momentum untuk mengkritisi 9 tahun pemerintahan SBY, jangan sampai ketika kita sibuk membuat acara-acara di kampus, kita lalai untuk terjun membantu rakyat yang sedang tertimpa bencana misalnya. Ingat kita bukan EO untuk membuat acara-acara di kampus, tapi kita harus tetap pada tujuan awal kita untuk selalu peka terhadap kebijakan dan isu-isu kerakyatan, mari menciptakan UPI yang cerdas dan berkarakter. Begitulah paparan dari kang dudi. 

Semoga ukhuwah dan optimisme kita tidak akan pernah surut teman-teman , sampai akhira menjabat nanti ! :D

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Followers

JUMLAH PENGUNJUNG

Meet The Author

BLOW UP!