Sabtu, 26 Januari 2013

Takdir...Takdir...takdir



Selamat malam readers :)

Saya suka malam, malam mempunyai banyak inspirasi yang kadang tidak akan kita temui dalam siang. Malam adalah tempat para calon penghuni syurga sedang menengadahkan tangannya untuk mengetuk pintu-pintu langit, menyentuhkan dahinya untuk mensejajarkan diri dengan bumi dalam kerendahan hati. Semoga kita termasuk calon-calon penghuni syurga dan selalu ikhlas dalam berikhtiar untuk menghadapi takdir-takdir yang akan ditunjukkan oleh-Nya. Aamiin. 

Gue mau bahas tentang takdir dan spesies manusia yang suka galau. Special buat temen saya gausah disebutin namanya. I know he is reading this.

Berbicara mengenai takdir, ada spesies manusia yang sangat sulit untuk menerima takdir semesta. Terutama takdir saat sesuatu yang amat berharga bagi dirinya pergi atau bahkan hilang,, entah sesuatu itu pergi meninggalakannya atau bahkan Tuhan berkehendak untuk memisahkannya dalam dua dimensi yang berbeda. 

Setiap orang pasti pernah merasakan kecewa dan sedih, sedih saat orang yang dicintainya pergi. Sedih dan kecewa hanya sebuah perasaan, dia tertanam dalam hati dan benak manusia, perasaan itu ibarat sebuah pohon yang tumbuh dengan sendirinya. Pohon yang bila dipupuk akan tumbuh berkembang, bila dihancurkan mungkin akan mati. Pun dengan perasaan, perasaan sedih dan kecewa akan tumbuh dalam benak manusia, dia akan tumbuh berkembang bila terus menerus larut dalam kesedihan dan akan mati bila menyadari bahwa semua yang terjadi adalah karunia Tuhan.

Spesies yang sukar menerima takdir, mereka cenderung larut dalam kesedihan dan kegalauan. Pikiran-pikiran negatif seaakan muncul dalam benaknya, menyalahkan keadaan, menyalahkan orang-orang yang di sekitarnya, menyalahkan orang yang pergi meninggalkannya, dan yang paling parah menyalahkan Tuhannya !
No no no berro no, lu galau ya galau aja gausah nyalahin siapa-siapa XD
Saat semuanya pergi, mungkin yang tersisa hanya kenangan. Lu boleh ilfeel sama orangnya, tapi lu ga bisa ilfeel dengan kenangan yang telah di lalui. 

Sebagai teman saya hanya bisa mengingatkan dan trus setia mendengarkan curhatan kamu, tapi semua kembali ke diri kamu. Kita adalaha manusia dan kita adalah pemuda, mengenang hanyalah pekerjaan orang pensiunan. Hidup akan terus berjalan dan waktu terus berputar. Mimpi kita masih panjang, masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan, demi mimpi yang sudah kita tulis. Lu boleh galau, lu boleh kecewa, tapi lu ga bisa lari dari hidup. Buatlah mereka yang telah meremehkan kamu sebagai sebuah rangsangan kamu untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Sob, yang lu perlu lakukan sekarang adalah selalu berpikir positif dengan takdir semesta ini. Tuhan selalu memberikan jalan yang indah untuk hambanya yang bersabar, ingat kisah Nabi Ayub as. Saya yakin kamu pasti bisa untuk lebih baik, di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan ide-ide dari otak brilian kamu. Percayalah orang yang pergi meninggalkan kamu adalah kenangan, dia tidak bersalah dan kamu tidak bersalah. Dia hanya menjemput takdir, mungkin dengan cara itulah dia mendapatkan takdirnya. Dan kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dia. Dia bahagia dan kamu lebih bahagia. Tuhan maha adil. Percayalah kawan. 


"Sedih dipanggung adalah akting karena kamu tau itu base on script. Sedih di kehidupan nyata jg harusnya akting krn kmu tau itu naskah Tuhan.
Tangis dan tawamu hanya berlebihan saat kau lupa
bahwa hidup cumalah #akting dari naskah semesta yg belum
kau baca" - Sudjiwotedjo


luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com