Sabtu, 09 Maret 2013

Menyoal Sumber Daya Alam Indonesia




Selamat malam readers,
Saya bersyukur bisa hidup di tanah air Indonesia.
Berikut ini adalah kutipan lirik dari sebuah lagu yang terkenal di tahun 70’ an yang dipopulerkan oleh koes ploes.
“Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Mungkin teman-teman semua bisa tau maksud dari lirik di atas, negara kita negara yang sangat kaya sekali teman-teman. Orang luar menyebut negara kita surganya dunia, orang luar menyebut negara kita sebagai zamrud khatulistiwa. Sampai ada sebuah lelucon “Orang Indonesia yang masih berpikir besok mau makan apa ? besok masih bisa makan atau tidak, itu adalah dosa sederhana yang mereka lakukan untuk menghina Tuhan”. Sangat sederhana sekali di tanah yang sekaya ini, masih ada rakyat kita yang “berpikir besok bisa makan atau tidak ?”.  Padahal tanah negara kita adalah tanah yang subur segala jenis tumbuhan bisa tumbuh di negeri ini, di dalam tanah negeri ini terkandung triliunan kubik cadangan batu bara dan gas alam, tanah kita mengandung  miliaran barel minyak bumi, hampir segala jenis flora dan fauna yang ada di dunia berkumpul dari sabang sampai marauke, dan masih banyak lagi kekayaan sumber daya alam lainnya. Namun sayang sekali tidak semua masyarakat kita bisa mengolah potensi sumber daya alam yang ada di negeri sekaya ini. Apa penyebabnya ? BANYAK !

Sehingga apa yang terjadi ? negara  kita menjadi bancakan para kaum kapitalis, negara ini menjadi bancakan para investor asing, negara ini menjadi bancakan para penguasa. Siapa yang bisa memproteksi SDA kita ? Para pengambil kebijakan !

Tapia apa yang terjadi, elit penguasa kita larut dalam eforia politik untuk mempertahankan kekuasannya, tiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita korupsi para elit politik di bumbui dengan sedikit pencitraan mereka. Ah sudahlah membahas itu semua tidak akan selesai hanya dalam hitungan jam.

Alam kita terus menerus di eksploitasi, kerusakan alam terjadi dimana-mana. Banyak aktor berada di balik perusakan Sumber Daya Alam di negeri ini. Korporasi –baik nasional maupun transnasional— menjadi aktor utama dari seluruh perusakan alam.

Sorotan terhadap praktik buruk pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan korporasi sudah sangat sering dilakukan, baik oleh media maupun lembaga-lembaga masyarakat sipil.  Berbagai proteksi selalu diberikan pemegang otoritas kebijakan dan politik. Korporasi berlindung di balik izin yang mereka dapatkan maupun proteksi politik dari parlemen atau partai politik. Akibatnya  perusakan sumber daya alam terus berlangsung secara sistematis yang akhirnya berdampak pada hilangnya kemandirian bangsa atas sumber daya alamnya.

Siapa yang menjadi korban ? Rakyat. Rakyat menjerit, ya menjerit. Rakyat menagih, menagih janji undang-undang “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” (Pasal 33 UUD 1945)

Sudah saatnya kita sebagai generasi muda terus belajar dan belajar untuk mengelola negara Indonesia yang kaya raya ini dan sudah saatnya para elit penguasa kita sadar bahwa negara ini butuh penglolaan alam yang baik yang digunakan untuk  kemakmuran rakyat Indonesia. Pemerintah harus mengkaji lagi kontrak perjanjian kerja dengan korporasi luar dan dalam negeri baik dari segi pajak, royalty, dan sebagainya. Semoga kita selalu dirahmati Allah untuk menjaga negeri ini.
Allah, bantu kami menjaga negeri kami, tanah air Indonesia. Aammiin....
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com