Selasa, 15 Mei 2012

Media Sosial Melek Pendidikan


seorang guru yang sedang menerangkan kepada muridnya tentang media sosial 
(sumber)
 
Tanpa disadari atau tidak media sosial kini sudah merasuki hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Merebaknya situs media sosial di dekade ini seperti blog, facebook, microblogging seperti twitter menjadi sebuah fenomena tersendiri di negeri ini. Masyarakat seperti keranjingan media sosial, hampir semua orang tidak mau ketinggalan untuk “sign up”, dari pedagang kaki lima sampai anggota DPR pun memiliki akun di beberapa media tersebut. Perlu di catat bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan ZoomSphere.com pada bulan April lalu Indonesia menduduki peringkat ke-4 dalam jumlah pengguna (user) facebook di dunia, dengan pengguna sebanyak 42.684.840. Sementara itu menurut data semiocast.com Februari 2012 lalu, tercatat pengguna twitter di Indonesia mencapai 20 juta user, atau menempati posisi kelima di dunia. Tapi yang paling mencengangkan adalah penelitian yang dilakukan  www.ipsos-na.com  pada tanggal 27 maret 2012, dari total 62 persen yang mengaku pengguna media sosial di dunia, Indonesia menempati posisi pertama dengan 83 persen. Amerika Serikat dan China sebagai dua negara yang termasuk pemilik akses internet terbesar di dunia, masing-masing hanya 61 persen dan 60 persen yang menggunakan media sosial. 

“Ini merupakan aset yang besar bila kita mampu memanfatkannya, salah satunya untuk pendidikan”

Gunakan “Ngtweet” untuk pendidikan !

 ikon twitter dengan burungnya (sumber)
 
Setiap media sosial memiliki karakter yang unik, salah satu media sosial yang unik adalah twitter. Twitter hanya memiliki kapasitas sebanyak 140 karakter untuk setiap kata atau kalimat yang akan kita masukkan (“shared”) ke dalam akun kita. Namun 140 karakter bukanlah hambatan untuk mengekspresikan pendapat dan informasi, karena kita bisa menyertakan link di dalamnya.
Twitter bisa digunakan sebagai variasi dalam proses belajar siswa. Guru dan siswa bisa saling berinteraksi dan mengeluarkan pendapat tentunya dengan bahasa yang lebih populer. Seperti  berbagi ide mengenai topik tertentu menggunakan sebuah hastag (tanda pagar). Siswa diminta oleh seorang guru fisika tentang pendapatnya mengenai Albert Einstein. Maka siswa akan membuat twit seputar Albert Einstein dengan menggunakan hastag #AlbertEinstein.
Guru juga bisa menugaskan siswanya untuk melaporkan hasil percobaan siswa yang dilakukan di laboratorium menggunakan twitter. Tentu saja ini bisa digunakan sebagai salah satu variasi dalam proses belajar siswa.
Di twitter pun ada beberapa akun yang menyediakan segudang informasi tentang materi yang berhubungan dengan sekolah, sebut saja NASA. Jika kita mengikuti  (“follow”) akun tersebut. Maka kita mendapatkan suguhan informasi terkini seputar dunia anstronomi setiap saat.
Bukan saja di gunakan oleh guru, sekolah bisa menggunakan sarana twitter untuk berbagi informasi dengan siswa dan orang tuanya, Sehingga siswa dapat berinteraksi langsung dengan sekolah. Misalnya menejemen sekolah mengumumkan agenda pendidikan sekolah atau sekedar menanyakan bagaimana perasaan murid ketika pertama sekolah dan bagaimana tanggapan murid terhadap guru baru. Hal-hal seperti itu bisa dilakukan menggunakan twitter.

Jadikan Facebook Sebagai Galeri Pendidikan !

 ikon facebook (sumber)

 Facebook adalah salah satu widget yang bisa digunakan oleh sekolah sebagai salah satu galeri sekaligus forum untuk saling berdiskusi antara guru dengan siswa, guru dengan orang tua siswa, sekolah dengan siswa, dan  sekolah dengan orang tua siswa. Misalnya setelah melakukan study tour guru mengunggah foto-foto hasil study tour ke dalam facebook atau bisa juga digunakan oleh guru untuk mengunggah beberapa gambar yang berhubungan dengan  materi yang diajarkan di sekolah dan menyuruh siswa untuk menanggapi gambar tersebut, sehingga ada interaksi langsung antara guru dengan siswanya.
Selain itu sekolah bisa membuat  akun profil sekolah di facebook atau membuat sebuah grup khusus dan dalam grup itu dibuat beberapa diskusi online antara pihak sekolah dengan orang tua siswa atau sekolah dengan siswanya tentang agenda sekolah yang akan dilaksanakan.

Fungsi lain media sosial yang bisa digunakan untuk pendidikan !
  • Setiap siswa harus membuat blog untuk menyajikan hasil tugasnya.
  • Mengunggah video percobaan ketika praktikum di laboratorium ke dalam youtube
  • Mengunggah hasil presentasi (power point) ke dalam slideshare.net
  • Mencari tahu cara kerja suatu alat ke Howstuffworks.com
  • Mengedit halaman Wikipedia
  • Mengadakan lomba menulis blog dengan tema tertentu.


“Twitter is my diary, facebook is my gallery. But it’s education”



luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com