Kamis, 19 Juli 2012

Anomali Pilkada DKI : Lembaga Survey vs Republik Twitter


Sayup-sayup timses terdengar meneriakkan jagoan cagubnya masing-masing, bisingnya Jakarta tambah bising dengan suara para timses yang mempromosikan jagoan cagubnya. Headline-headline berita tak kalah heboh dengan berita yang sangat tendesius untuk mengupas tuntas pemilukada DKI. Para lembaga survey sibuk dengan mengumumkan hasil survey tentang pasangan yang akan maju menduduki DKI 1. Hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey serentak mantap memprediksi bahwa hasil survey menunjukkan pasangan Foke-Nara akan menduduki kursi DKI-1 , hasil survey tersebut diumumkan beberapa hari menjelang pemilukada berlangsung.

Pemilukada pun resmi dilaksanakan 11 Juli 2012. Para calon harap-harap cemas menunggu hasil quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey. Bukan DKI namanya kalau tidak punya anomali khusus di pilkada edisi 2012. Semua hasil dari lembaga survey meleset. Bak petir di siang bolong, lembaga-lembaga survey yang sebelumnya dengan yakin mengumumkan bahwa pasangan 1 yang akan meraih suara terbanyak di pemilukada, ternyata harus mengakui bahwa pasangan no. 3 (Jokowi-ahok) lah yang meraih suara terbanyak. Fenomena ini seolah mengingatkan kita, bahwa hasil survey (elektabilitas) bukanlah segalanya. Semua faktor menjelang pilkada bisa bekerja untuk bisa meraih suara rakyat.

Tapi anomali pilkada DKI edisi 2012 tidak berlaku di Republik Twitter. Sayup-sayup kemenangan Jokowi-ahok sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum pilkada di mulai. Trending Topic World Wide (TTWW) sudah bertengger sebuah tagline #ReplacetittlesongwithJOKOWI. Bahkan tagline tersebut bertahan hampir satu minggu. Jokowi yang awalnya kurang dikenal masyarakat Jakarta, kini menggelora di republic twitter (dunia), bukan cuma di Indonesia, para bule pun mungkin bertanya-tanya apa maksud tagline #ReplacetittlesongwithJOKOWI. Dukungan demi dukungan datang silih berhganti di republic twitter, ditambah lagi pasangan jokowi-ahok mendapat restu dari akun-akun pseudonim khususnya @Triomacan2000. Tak ayal masyarakat Jakarta yang cerdas dan pengguna twitter jatuh hati pada pasangan Jokowi-ahok. Berbeda dengan pasangan Jokowi-ahok, pasangan Foke-nara mendapatkan perlakuan yang kurang menyenagkan dari para pengguna twitter. Mereka seolah menumpahkan kekesalan dan amarahnya di twitter kepada foke yang telah memimpin Jakarta selama lima tahun. Sementara timses foke di twitter tidak bisa berbuat banyak, tuduhan-tuduhan  yang dialamatkan kepada foke tidak bisa dijawab dengan lugas dan cepat. Permasalahan yang dialamatkan kepada foke adalah seputar banjir, kemacettan, dan uang APBD sebesar 140 Triliun rupiah. Bila di survey di twitter mungkin pasangan Foke-nara mendapatkan polling terendah dari enam pasang calon yang.

Intinya, fungsi jejaring sosial ke depan akan menjadi sarana media kampanye yang efektif. Yang mau “nyapres” “nyagub” “nyabup” berbaik-baiklah kepada republic twitter, karena republik twitter tidak mengenal kemunafikkan. Wassalam. :D


Minggu, 15 Juli 2012

Politik Bias ala Republik Twitter


Politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah S.A.W (Ibnu Aqil).

Tujuan dasar politik adalah mensejahterakan manusia, banyak orang orang yang tidak sadar betapa mulia dan agung tujuannya. Sebagian lagi memotret bahwa politik dinilai sebagai sebuah seni. Keseksian kata politik  pun bisa membuat seorang manusia terjerembab ke dalam lembah kenistaan.

Namun realitanya dalam kehiduapan sehari-hari, politik sangat jauh melenceng dari tujuan mulianya, kenapa ? Karena objek yang menggerakan roda politik adalah manusia. Sedangkan manusia sendiri adalah makhluk tempat salah dan lupa. Inti politik diplintir dengan tujuan mencapai kekuasaan. Hanya KEKUASAAN. Setelah berkuasa tidak sadar bahwa tugasnya adalah mensejahterakan rakyat. Tebar korupsi dimana-mana untuk memperkaya diri, penyelewengan  wewenang, tekan sana tekan sini, berbuat semena-mena sesuka hati menyengsarakan rakyat. yaa aji mumpung, mumpung berkuasa mau kapan lagi. 

Tapi zaman sekarang bukan zamannya ORBA, ketika semua media di tutup untuk kepentingan kekuasaan. Kini rakyat di hinggapi hobi baru, hobi yang belum ada pada zaman orba. Semua rakyat kini hobi “ngetweet” di twitter. Sebuah media sosial yang di gunakan oleh rakyat di republik ini untuk “say hello” atau sekedar ber-haha hihi dengan kerabat atau gebetan.

Tapi semua berubah saat beberapa akun anonim/pseudonm bermunculan, media sosial bukan saja untuk bertegur sapa, tapi dgunakan juga untuk ngomongin politik dan mempreteli kesalahan pemerintah. Pada awalnya saya pun sanksi terhadap akun anonim. Karena akun itu ngomong asal ngejeplak tentang politik dan korupsi para pejabat. Wow sekali, ternyata dalam beberapa bulan akun ini merebak banyak di twitter. Mereka seolah tak pernah berhenti untuk “memberikan pencerahan” tentang para mafia pejabat, tentang korupsi, dan pilkada. Apakah akun ini hanya mencari sensasi ? atau hanya kekecewaan dari seorang rakyat ? atau jangan-jangan akun pseudonim itu adalah akun suruhan dari seorang pejabat ?

Sebut saja salah satu akun pseudo yang heboh di twitter adalah @Triomacan2000. Akun ini sekarang sudah memiliki lebih dari seratus ribu follower. Setiap hari beliau selalu mengungkap fakta-fakta melalui kultwit (kuliah twitter) seputar korupsi para pejabat di negeri ini. Banyak pejabat yang  “di buka” aib korupsinya oleh si macan ini. Rrraawrr. Hajatan pilkada DKI pun tak lupa menjadi sorotan si macan, beberapa hari menjelang pencoblosan si macan membeberkan “trackk record” semua calon gubernur DKI Jakarta. Dari keenam wakil yang di twitkan oleh si macan, praktis hanya dua pasang calon yang menurut si macan pantas untuk memimpin Jakarta, yaitu jakowi-ahok dan hidayat-didik. Apakah kemenangan jokowi dipengaruhi oleh twit dari akun ini yang telah mempersepsikan enam pasang calon gubernur itu ? Entahlah.

Akun ini sepertinya menjadi “rujukan” politik semua rakyat di twitter. Jika memang semua yang twit-kan/dituduhkan si macan kepada beberapa pejabat benar adanya, lalu siapa dan apa motif dia untuk membebarkan semua korupsi di negeri ini ? Jika memang yang dituduhkan si macan adalah cerita karangan lalu kenapa pejabat-pejabat yang disebutkan si macan semuanya gerah ? Dugaan saya si macan adalah orang yang berada di lingkup episentrum politik  negeri ini. 

By the way tetap bagi para follower nya jangan telan mentah-mentah apa yang dibicarakan oleh si macan. Sebagai manusia yang dikaruniai akal yang cerdas kita harus punya pandangan sendiri tentang semua yang dibicarakan oleh akun @Triomacan2000.

luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com